logo

Extra Menu


Baner
Beranda Kutai Timur Berita Lebih Cepat Kapal Dayung
Lebih Cepat Kapal Dayung Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Senin, 09 November 2009 03:24
Pernyataan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim Timur Luri Saksono soal bantuan kapal purseine dan bagang yang sudah dioperasikan, dinilai tidak sesuai fakta di lapangan. Penerima tak bisa memanfaatkan bantuan. Khusus kapal, jika mau digunakan, harus direnovasi dan memerlukan dana tak kurang dari Rp 70 juta.

Raswing, pegawas perikanan Kecamatan Sengata Selatan mengatakan, kapal yang diberikan DKP Kutim tidak akan bisa digunakan menangkap ikan. Kalau dipakai, hasilnya tidak akan maksimal. Supaya maksimal, harus direnovasi.

“Spesifikasinya tidak sesuai harapan nelayan.  Kapal ini dibangun seleranya DKP, bukan berdasarkan kepentingan nelayan,” kata Raswing.

Bahkan, sambung dia, laju purseine itu masih kalah dengan kapal dayung. ”Coba saja diadu, pasti kalah,” katanya. Kapal dengan bobot 10 gross tone itu hanya menggunakan mesin dengan daya 30 PK. Sangat tidak layak untuk menangkap ikan di laut saat siang hari. Kecepatan kapal kalah dengan ikan yang akan ditangkap.

Purseine dengan kemampuan itu hanya bisa digunakan untuk menangkap ikan di malam hari. Sementara, untuk menangkap ikan di malam hari, kapal harus dimodifikasi. “Nah modifikasi ini bisa menghabiskan dana mencapai Rp 70 juta. Nelayan mana bisa siapkan dana sebanyak itu,” katanya.

Karena tidak bisa digunkan, otomatis kapal itu mangkrak. Saat ini, satu purseine ada di Sungai Sengata. Satu  kapal yang lain ada di Sungai Kenyamukan dan mangkrak juga. Dan satu kapal lagi sedang dalam perbaikan. Tiga kapal yang lain belum diketahui nasibnya, apakah mangkrak atau bisa dimanfaatkan.

Kemudian, Ado, warga Sangkimah yang kelompoknya menerima bantuan bagang tancap di 2008 lalu mengatakan kalau sama sekali tidak pernah bisa mengoperasikan bagang tancap. Bagang itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan petani.

“Bohong kalau ada yang bilang bagang itu bisa digunakan. Buktinya, kami tidak pernah bisa mengoperasiannya,” kata Ado.

Setelah menerima bantuan bagang, Ado bersama anggotanya ke laut untuk mengoperasikan bagang. Ternyata, jaring kapal tidak bisa diangkat. Akhirnya, bagang itu ditinggalkan. “Jangankan sampai 5 bulan dioperasikan, sekali saja tidak bisa,” tandas Ado.

Atas tudingan warga itu, Kepala DKP Timur Luri Saksono belum berkomentar kembali. SMS yang dikirimkan Kaltim Post tidak dijawabnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu warga Kenyamukan, Baharuddin Kuddu mengadukan masalah bantuan kapal dan bagang tancap yang belum bisa dioperasikan sampai sekarang. Padahal, keduanya adalah proyek pengadaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kutim di 2008 lalu. Untuk pengadaan  6 kapal, anggaran yang dihabiskan sekira Rp 1,2 miliar. Sementara untuk 4 bagang mencapai Rp 200 juta.

“Jadi, sampai sekarang pun belum bisa dimanfaatkan,” kata Baharuddin yang diamini oleh temannya, Suharman dari Lembaga Ekonomi Masyarakat Pesisi Indonesia (LEMPI) Kutim. Bahkan untuk bantuan bagang, kini sudah ambruk terkena hantaman gelombang tanpa sempat digunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Kutim Timur Luri Saksono didampingi oleh PPTK Peter saat itu menjelaskan, laporan warga soal bagang tidak benar. Bagang itu sempat dimanfaatkan nelayan lebih dari 5 bulan. Kondisinya juga lengkap ketika diserahkan. “Warga salah lapornya. Bagang sempat dimanfaatkan,” kata Luri.

Mengenai kapal, diakui oleh Luri ada 2 yang belum bisa dipakai. Sementara, empat kapal yang lain dipastikan bisa dimanfaatkan.”Yang dua kapal memang masih belum digunakan,” aku Luri. (dea)
 

Warning: file_put_contents(/home/kuta0109/public_html/ext/cache/f957230b4cf6a5aa0338adf0bc3372b0.spc) [function.file-put-contents]: failed to open stream: Permission denied in /home/kuta0109/public_html/ext/libraries/simplepie/simplepie.php on line 7219

Warning: /home/kuta0109/public_html/ext/cache/f957230b4cf6a5aa0338adf0bc3372b0.spc is not writeable in /home/kuta0109/public_html/ext/libraries/simplepie/simplepie.php on line 1623
Kominfo Newsroom RSS Feed
Berita Terkini Kominfo Newsroom
  • PRESIDEN: INDONESIA RAWAN BENCANA
    Medan, 6/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia memiliki kerawanan terhadap bencana alam jika dilihat dari letak geologi dan geografi.
  • MENSOS BELANJA BARENG ANAK YATIM
    Jakarta, 6/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri menjelang hari Raya Idul Fitri mengadakan belanja bareng bersama dengan anak yatim dan dhuafa di salah satu pusat grosir wirabala internasional dari Perancis, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
  • KPK BERENCANA PERIKSA ANGGOTA DPR MAX SOPACUA
    Jakarta, 6/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan meminta keterangan politisi Partai Demokrat, Max Sopacua, sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Departemen Kesehatan pada 2007.

pengguna terkini

indomvnt - 30.08.10 jam10:51 
acos - 01.01.70 jam07:00 
Swaxambumus - 01.01.70 jam07:00 
Franky - 01.01.70 jam07:00 
brensaraMerge - 01.01.70 jam07:00 
Sponioungus - 01.01.70 jam07:00 
liftteant - 01.01.70 jam07:00 
tupWepeLoff - 01.01.70 jam07:00 
Guenspine - 01.01.70 jam07:00 
nathainisawiz - 01.01.70 jam07:00 

Copyright © www.kutaitimur.go.id 2009 valid XHTML and CSS.