Extra Menu
| Optimalkan Desa Siaga |
|
|
| Ditulis oleh admin |
| Senin, 09 November 2009 03:34 |
|
BERDASARKAN data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Diskes)Kutai Timur selama 3 tahun terakhir ini ternyata angka kematian ibu dan anak (KIA) mencapai 200 orang. Tingginya angka KIA di Kutim merupakan masalah yang cukup memprihatinkan, dan perlu penanganan serius dari pihak terkait. Penduduk Kutim yang tersebar di 135 desa dalam 18 kecamatan perlu mendapat perhatian kesehatan secara sungguh-sungguh. Utamanya mereka yang tinggal di pedalaman. Sebagai gambaran, pada 2006 dari 4.069 orang ibu yang melahirkan, enam orang meninggal dunia. 2007, dari 3.984 orang ibu melahirkan ternyata ada 8 ibu meninggal dunia, dan hingga Agustus 2008 lalu terdata 9 orang ibu meninggal dunia. “Jadi selama tiga tahun ini, angka kematian ibu akibat melahiran cenderung meningkat, yakni 23 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Marten Luther Sedangkan, angka kematian bayi (anak) 2006 sebanyak 62 orang (15,4/1.000 kelahiran hidup)-kematian dari berbagai penyebab-, berikut 2007 sebanyak 59 orang anak (14,8/1.000 keluarga hamil), dan hingga Agustus 2008 sebanyak 56 orang. Data akurat mengenai KIA di Kutim merupakan barometer keberhasilan program pembangunan kesehatan di suatu daerah. "Untuk itu, kami harapkan kepada semua pihak yang ada di jajaran Pemkab Kutim agar terus melakukan upaya terobosan untuk menekan angka kematian ibu dan anak," lanjutnya. Marthen mengharapkan melalui peran aktif desa siaga angka KIA di Kutim dapat diminimalisasi. Apalagi kesehatan adalah hak asasi manusia (HAM) tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 ayat C, dan Undang-undang (UU) Nomor 23/1992. Peraturan ini mengharuskan agar kesehatan dijaga dan dihargai. Sehat merupakan investasi untuk meningkatkan produktivitas kerja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembangunan kesehatan, katanya Marthen, bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi tiap penduduk agar tercapai derajat kesehatan setinggi-tingginya. "Oleh karena itu, mudah-mudahan Kutim sehat dapat dirasakan masyarakat," harap Marten Luther. (hms) |
| Kominfo Newsroom RSS Feed |
| Berita Terkini Kominfo Newsroom |
|
pengguna terkini
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/kuta0109/public_html/ext/modules/mod_pengunjung_terkini/mod_pengunjung_terkini.php on line 15

