Prasarana dan SaranaPenyediaan (jumlah dan kondisi) sarana dan prasarana di Kabupaten Kutai Timur masih jauh dari mencukupi untuk mendukung ekonomi wilayah, yaitu meliputi prasarana jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi yang merupakan fasilitas dasar untuk kehidupan masyarakat. Prasarana Perhubungan
Prasarana jalan sebagai penghubung di bidang transportasi darat merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan perekonomian masyarakat. Prasarana jalan pada hakekatnya menyangkut berbagai aspek kehidupan, baik aspek sosial ekonomi, budaya maupun ketahanan dan keamanan.
Memperhatikan luas wilayah Kabupaten Kutai Timur dan jumlah penduduk yang tersebar tidak merata, maka sangat dibutuhkan adanya prasarana jalan yang berperan sebagai pendorong pengembangan dan pembangunan diberbagai sektor. Untuk mewujudkan maksud tersebut sangat perlu pembangunan dan pemeliharaan jalan, baik jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
Panjang jalan di Kabupaten Kutai Timur, saat ini baik yang pembangunannya jadi wewenang Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Kutai Timur sendiri adalah sebagai berikut: - Panjang Jalan Negara : 439 Km - Panjang Jalan Provinsi : 245 Km - Panjang Jalan Kabupaten : 820 Km Ratio panjang jalan terhadap luas wilayah di Kabupaten Kutai Timur adalah 42Km/1000 Km², Propinsi Kalimantan Timur 52,53 Km/1000 Km², Nasional adalah 115 Km/1000 Km². Prasarana perhubungan lainnya untuk transportasi udara dan air, adalah pelabuhan udara, pelabuhan laut dan dermaga. Untuk pelabuhan udara yang dapat digunakan yaitu pelabuhan udara KPC di Tanjung Bara dan Pelabuhan Udara Pertamina di Sangkimah. Jarak tempuh selama 1 jam dari Pelabuhan Udara Sepinggan Balikpapan dengan menggunakan pesawat ukuran kecil jenis Cassa, sedangkan untuk pelabuhan laut/dermaga sebagai sarana pendaratan penumpang dan barang, berada di Muara Sungai Sangatta dan di Kecamatan Sangkulirang. Khusus untuk barang produksi dan pengangkutan batubara digunakan pelabuhan khusus yang berada di lingkungan PT. Kaltim Prima Coal. Sementara itu, masih terdapat beberapa masalah pengembangan sistem jaringan transportasi di Kabupaten Kutai Timur antara lain adalah: - Belum tersedianya acuan/arahan dalam mengembangkan sistem jaringan transportasi, sehingga terkesan pengembangan sistem jaringan yang ada hanya dilakukan tidak terfokus kepada satu tujuan yang terintegrasi, bahkan ada diantaranya kontraproduktif.
- Belum jelasnya pola hirarki dan keterkaitan antar sistem jaringan transportasi kabupaten baik dengan kabupaten lain dalam satu provinsi maupun dengan sistem jaringan transportasi provinsi.
- Belum terpadunya perencanaan dan penyelenggaraan antara beberapa sistem transportasi dalam kerangka sistem transportasi antar moda dalam wilayah kabupten.
Listrik
Kebutuhan Listrik pendududuk Kabupaten Kutai Timur dilayani oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), dipasok dari PLTD yang terdapat di setiap kecamatan, dengan kapasitas terpasang 5,4 MW. Selain itu telah terpasang jalur interkoneksi dengan Bontang dan Samarinda.
Sampai dengan tahun 2004, jumlah produksi listrik oleh Perusahaan Listrik Negara Misip Sangatta sebesar 39.384.001 Kwh, meningkat bila dibandingkan dengan jumlah produksi pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 38.085.574 Kwh dengan jumlah pelanggan sebesar 9.289 pelanggan. Air Bersih
Pelayan Air bersih tersedia PDAM di setiap kecamatan, untuk Kecamatan Sangatta mempunyai debit 40 liter/detik, sedangkan kecamatan lainnya rata-rata 20 liter/detik. Pada tahun 2001 terdapat jumlah pelanggan sebnayak 2.246 orang dengan jumlah produksi sebanyak 745.900 l/dt. Pada tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 2.438 pelanggan menjadi 4.684 pelanggan. Demikian pula jumlah produksi air minum di Kabupaten Kutai Timur. Pada tahun 2004 produksi air minum mengalami peningkatan sebesar 177.564 l/dt menjadi 923.464 l/dt. Telekomunikasi
Di ibukota kabupaten telah terpasang Sentral Telepon Otomat untuk melayani kebutuhan dasar telekomunikasi, bisnis dan aktifitas lainnya, selain itu juga dapat dilakukan komunikasi jarak jauh dengan jaringan komunikasi selular (Telkomsel, Satelindo, Excelcom). Untuk wilayah perdesaan kedua jenis jaringan telekomunikasi tersebut sebagian ada yang sudah operasional dan sebagian wilayah perdesaan lainnya sedang dalam taraf persiapan.
Sarana telekomunikasi lainnya yang saat ini sudah ada di Kabupaten Kutai Timur, khususnya Sangatta berupa warung telekomunikasi dan kiospon, fasilitas Telepon Umum Kartu (TUK), fasilitas Telepon Umum Coin (TUC) yang tergabung dalam telpon bayar (Pay Phone).
Sementara itu, jumlah pelanggan telepon di Kabupaten Kutai Timur sampai pada bulan Desember tahun 2004 sebanyak 4.196 pelanggan yang dirinci menurut jenis pelanggan yaitu pelanggan rumah tangga terdapat sebanyak 3.393 pelanggan (80,86%), usaha sebanyak 698 pelanggan (16,63%), sosial sebesar 22 pelanggan (0,52%), dan wartel sebesar 83 pelanggan (1,98%). Berikut ini disajikan tabel mengenai banyaknya pelanggan telepon yang dirinci menurut bulan dan jenisnya tahun 2004.
|